7.30.2016

Traveling : Day 2, Backpacking Ke Hongkong, Macau, dan Shenzhen (Welcome To Macau!!)


22 September 2015
Hari ke 2 di negara orang. Berusaha bangun pagi nyeret kaki buat mandi dan bersiap-siap. Karena hari ini kita mau ke Macau. Yeaaaay. Untung showernya ada air hangat, menghangatkan pagi yang hujan *padahal pengen melungker narik selimut lagi hihi*. Untuk yang mau lanjut membaca, siap2 karena ini long post dengan banyak foto-foto narsis haha. But saya tetep berusaha untuk membuat tulisan ini bermanfaat buat yang mau berlibur kesana.





Jalan masih sepi

Semua udah siap, cuss kita jalan. Kita mau ke Macau dengan Turbo Jet di pelabuhan di daerah TST, Kowloon. Kalo yang menginap di Hongkong Island, disana juga ada Pelabuhan yang menuju ke Macau, jadi silahkan disesuaikan dengan lokasi terdekat aja. 


Hongkong Space Museum *kayaknya*





Masih pagi masih semangat jalan, sambil foto-foto sepanjang jalan, sampailah kami di pelabuhan star ferry pier yang letaknya dekat dengan Avenue Of The Star. Udah masuk ke dalem pelabuhan, cari petunjuk arah tujuan ke Macau. Lho koq gak ada ya? Tanya-tanya ke petugas dengan bahasa Inggris sama-sama pas-pasan. Ada yang mengarahkan ke kanan, ada yang nunjukin ke kiri. Kan makin bingung.


Sarapan kita pagi ini. Anak roti hehe. Saya pilih yg tuna biar aman

Akhirnya kita keluar lagi, tanya lagi, dan mengandalkan feeling, pake kata pendek-pendek buat bertanya. Kayak "Macau?" atau "ferry to Macau?" Syukurlah ada yang paham, dan menunjukkan ke jalan yang benar, Ini niih tipe2 orang kurang cari info, hehe. Gak nyasar gak belajar kan?

Ternyata ada 2 pelabuhan di Kowloon ini :
  1. Yang deket Star Avenue, Star Ferry Pier. Itu untuk ke kota-kota di dalam Hongkong Island
  2. Kalo mau keluar Hongkong, seperti ke Macau, lewat pelabuhan China Ferry Terminal

Turbo Jet To Macau

China Ferry Terminal itu ternyata lebih deket kalo dari Guest House, tinggal keluar, jalan lurus ke arah Haiphong Road, trus ke kanan Canton Road. Bisa dilihat di bawah ini yaa jelasnya. Dari pada pake ke Star Ferry Pier dulu, malah muter-muter. Tapi gpp, bonus bisa foto-foto sepanjang jalan.


Rute Golden Crown GH to China Ferry Terminal

Untuk ke Macau gak perlu mengajukan Visa berbayar di Indonesia, cukup isi form kedatangan dan kepergian imigrasi. Pas keluar Hongkong serahkan form kepergian, trus pas masuk Macau serahkan form kedatangan.

Kami memilih naik Turbo Jet, sebenernya saya sih ngikut kata Utin & Yeyek. Karena kalo naik Turbo Jet nanti bakalan turun di Macau Harbour, lebih dekat kalo mau ke Senado Square & Ruin Of St Paul. Setelah membeli tiket, langsung antri ke Imigrasi, karena walaupun deket tapi kita mau berpindah negara, jadi tunjukkan passport dan serahkan form imigrasi kepergian. Ngarep di cap passport disini, tapi ternyata gak *sedih, maklum pecinta cap passport*.


Suasana di pelabuhan dan di dalam turbo jet.
Di dalam imigrasi gak brani foto, takut diusir hehe

Lanjut ke ruang tunggu yang sudah rame orang-orang yang mau ke Macau, untuk urusan berlibur, bisnis, atau mungkin mau main judi. Yup Macau memang terkenal dengan gemerlap Casino-nya yang megah. Gak beberapa lama kapalnya dateng dan orang-orang berbondong-bondong masuk kapal. Di dalam kapal nyaman, bersih, dan ber-AC. Tapi tetep ombaknya lumayan, yang punya penyakit mabok laut ati-ati yaa. Saya sampe nelen tolak angin biar gak puyeng, dan memilih tidur selama di kapal. Untuk sampai ke Macau kira-kira memakan waktu selama 1 jam aja koq.

Kapalpun mendarat alhamdulillah. Lanjut ke imigrasi lagi cek passport dan menyerahkan form imigrasi kedatangan. Macaaau akhirnya menjejakkan kaki ke Macau juga. Langsung cari minibus gratisan ke Hotel Lisboa, karena hotel ini letaknya paling dekat dengan Senado Square & Ruin Of St Paul. Di deket pelabuhan memang banyak shuttle bus gratisan untuk ke Hotel-Hotel besar dengan Casino. Hehe. Manfaatkan maksimal yak, maklum budget ala backpacker.

Oh iya, sebenernya Macau punya mata uang sendiri yaitu MOP, tapi disini menerima Dollar Hongkong juga, jadi gak perlu tukar uang koq. 

Sampai di Hotel Lisboa, agak bingung mau keluarnya gimana, karena kita di turunkan di pintu masuk bawah. Akhirnya ikut orang-orang, masuk ke area Casino, trus naik cari pintu keluar. Sampe di luar masih bingung juga mau jalan ke mana, trus kita pake jurus pamungkas lagi, tanya ke orang, kalo yang ditanya bingung, ikut kemana orang banyak pergi. Soalnya disini gak ada paket internet di HP, modal free wifi aja, itupun klo nemu.

Yes setelah jalan lumayan sekitar 10 menitan, sampailah ke Senado Square. Bisa dilihat di bawah ini ya rutenya. 


Rute dari Hotel Lisboa to Senado Square


Senado Square & Ruin Of St Paul


Main entrance to Senado Square

Senado Square ini adalah tempat terbuka dengan pertokoan dengan gaya ala Eropa bercampur dengan arsitektur China. Sepanjang jalan merupakan spot foto yang cantik dan instagramable banget. Hehe


Bisa dilihat, petunjuk ke arah Ruin Of St Paul

Kalo kesini sempatkan foto2 disini yaa


Disini kita puas2in foto2. Areanya cantik

lagi cari kepingan hati yang jatuh hihi



Jalan menyusuri Senado Square dan diujungnya kita bisa menemukan Ruin Of St Paul yang terkenal itu. Dan seperti bisa ditebak, rameeek banget orang berlibur seperti kami yang mau berfoto di tempat ini. Jadi gak usah ngarep mau foto dengan latar belakang sepi yaa. 






Habis puas foto-foto, kita melipir ke toko Koi Kei Bakery dekat situ yang menjual egg tart, dan oleh2 makanan. Saya cuma bungkus egg tart 2, ama jajan semacam semprong gtu buat di bawa oleh2. Klo egg tart sih buat dimakan sendiri. 


The famous Macau Egg Tart, enaaak!!
Tengahnya lembut, manisnya pas

*Tips : Di KFC Hongkong juga jual egg tart koq. Kemaren oleh2 buat keluarga di rumah beli egg tart KFC persis sebelum ke bandara untuk dibawa pulang. Gak takut basi jadinya


Wahrung Barokha 
(Masakan Khas Jawa Indonesia)


Jauh2 ke Macau carinya masakan Indonesia

Walaupun udah nelen roti dan egg tart, tapi perut masih laper minta ketemu nasi ternyata. Sempet googling klo di Senado Square itu ada warung masakan Indonesia. Untuk clue lokasinya setelah parkiran motor. Nah looh, parkiran motor di Senado Square itu gak cuma di satu lokasi ternyata.

Sampe hopeless lho nyarinya, tapi tetep jalan ikutin feeling. Dan surprisingly ketemu!!! Pas liat tulisan Wahrung Barokha itu sampe shock antara percaya gak percaya. Horeeey makan nasi kitaaa yeyeye. Patokannya pas baru sampe Senado Square, gang sebelah kiri yang ada pedagang kaki lima. Masuk situ lurus terus telusuri jalan, sebelah kiri warungnya. Bisa lihat di bawah ini yaa rutenya klo mau cari Wahrung Barokha. Semoga jelas.


Lurus aja ikutin jalan (arah panah)

Saya pesen Nasi Campur, Yeyek si meat girl pesennya Nasi Rawon, dan Utin pesennya Ayam Lalapan, plus sambel tomatnya yang endeus. Aslik porsinya banyak banget. Harganya juga termasuk terjangkau, tenang aja. Ibunya orang Indonesia koq, jadi kita pesan makan dan tanya-tanya juga dengan bahasa Indonesia. Berasa kayak gak lagi di Macau hehe. Selain masakan Indonesia disini juga banyak produk-produk Indonesia. Si Utin sampe beli teh kotak *plis deh tin*. Disini saya sambilan numpang sholat juga. Mumpung yee ada tempat.


Dapurnya, berisi foto2 makanan.
Itu ibunya, katanya aliando juga makan disini lho *penting haha*


The Venetian & Little Venice

Perut kenyang hatipun tenang. Cuss lanjut kita ke The Venetian. Tapi gak balik lagi ke Hotel Lisboa, melainkan lewat Wynn Hotel. Lagi2 kita bingung cara ke Wynn Hotel haha. Coba tanya orang yang berpakaian kerja, kita sebut "Wynn Hotel" pada gak tau orangnya. Trus iseng saya coba sebut Wynn Hotel dengan logat dibuat mirip penduduk lokal, alias logat cina, dan jeng jeng mereka mudeng dong. Hahaha kocak deh.

Langsung kami menuju Wynn Hotel dengan berjalan kaki. Cuaca sangat cerah hari itu *dibaca panas* payung sangat bermanfaat lho. Sampe di kolam depan Hotel lagi ada atraksi air dengan musik, kita malah terpukau dan sibuk merekam. Haha *norak detected*


Sepanjang jalan menuju Wynn Hotel
Dari jauh keliatan Macau Tower

Nemu tempat lumayan sejuk
Cuacanya lagi cerah banget soalnya

Dari Wynn Hotel kami naik shuttle bus menuju ke Pelabuhan Macau lagi. Trus tuker bus menuju The Venetian Resort Hotel. Sampai lobby hotel, wuaaah rameeek bangeet. Ramenya sampe rombongan pelancong pada ndeprok di lantai Lobby Hotel. Tapi bukan kita loh yaa. Hihi


Lantai dasar hotel yang rameek
Abaikan saya yang ke Macau sendal jepitan ya hihi

The Venetian ini adalah lokasi syuting Boys Before Flower *langsung cari Gu Joon Pyo*. Tujuan kami kesini mau ke Little Venice. Wuaah cantik, indoor yang dibuat seperti outdoor, dengan langit biru berawan, lantai seperti basah habis hujan, dan kanal2 kecil lengkap dengan Gondolanya. Bangunan2 di dalamnya berarsitektur Eropa kuno, dan sebenernya adalah mall kecil di dalam hotel. Yang mau berbelanja yuuk mari. 


Waah cantik dan seger pengen nyemplung




Hari sudah semakin sore, dan kami gak mau kemaleman sampe Hongkong, jadi balik ke Shuttle Bus lagi, jeng jeng liat antriannya ya ampuun. Langsung balik arah ke dalam hotel, mau ambil shuttle via Hotel City Of Dream. Kebetulan Hotelnya gak begitu jauh dari The Venetian, tapi kita harus keluar lewat pintu belakang, alis masuk hotel melewati Casino.

Satu yang lucu, penjaga Casino gak percaya klo kita sudah cukup umur masuk Casino. Si bapak maksa mau liat passport kita. Hahaha semuda itu kah kita? *smug* Setelah menunjukkan passport kita pun boleh lewat Casino tembus ke belakang dan keluar Hotel.


Setelah melewati Casino, akan melewati sini

Sebelum pintu keluar The Venetian

Jembatan menuju City Of Dream Hotel

Masuk di Hotel City Of Dream, foto-foto bentar, cari putri duyung yang kirain orang asli berenang di kolam, eh ternyata cuma 3D tooo. Cuss ke shuttle bus dan kembali ke Macau Harbour.


Di dalam City Of Dream Hotel
Ingingetin ama Dragon Ball ya

Penasaran ama putri duyung, ternyata animasi 3D 

Back to Hongkong

Di Pelabuhan beli tiket turbo jet, antri di imigrasi, tunjukin passport dan serahin form imigrasi kepergian lagi, nunggu bentar di ruang tunggu, begitu kapal datang langsung duduk manis dan tidur. Byee Macau

Sampai di China Ferry Terminal, kita antri imigrasi lagi. Saya dan utin sempet di cek suhu tubuh ama petugas di pelabuhan, alhamdulillah gak demam. Dan cuss balik ke Guest House, tapi kali ini gak pake muter-muter lagi karena udah tau rute terdekat ke Guest House. Tapi sebelum ke Guest House kita mampir ke 7/11, top up octopus card dan beli onigiri buat dinner. Yang kuning ini isi tuna klo gak salah, seafood pokoknya.



Di Guest House langsung selonjorin kaki yang pegel beneer. Ketauan nih jarang jalan jauh. Habis mandi dan udah makan, kita siap untuk istirahat. Besok mau ke Shenzhen, siapin energi buat shopping. Yihaaa

Terima kasih untuk yang udah ngikutin cerita hari ke 2 ini. Semoga bermanfaat dan gak muntah2 ya liat foto2 kami hihi. Oh iya saya membuat short video tentang perjalanan kita di Macau. Please like this video kalo mau next post ada video lagi yaa. Thanks




Ini list pengeluaran hari ke 2, turbo jet-nya lumayan :










  







LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...