9.22.2013

Traveling : Berkeliling Bangkok Dan Phuket Ala Backpacker | Day 2nd


Yaaak lanjut ceritanya. Setelah semalam tidur di mushola bandara Phuket yang duingin, pagi-pagi kami pun terbangun oleh suara alarm yang dipasang sebelumnya. Setelah cuci muka dan sikat gigi di toilet yang letaknya tidak jauh dari mushola, dan sedikit touch up kami pun siap dan langsung menuju lantai 2. Iyaa lupakan mandi dan ganti baju hehe.

Ruang tunggu pagi itu masih sepi, saya yang masih mengantuk memilih menunggu sambil tiduran. Akhirnya sudah waktunya flight, ini pertama kalinya kami naik AA Thailand, alias seluruh pramugara/i adalah orang Thailand, hihi masih belum terbiasa denger bahasa sana. Gak lama koq penerbangan ke Bangkok, sekitar 1 jam klo gak salah, dan kita pun mendarat di Bangkok. Alhamdulillah. Yaaaay!! Begitu lihat tulisan Sawasdee gede-gede kita pun langsung sibuk foto-foto. Biar pun masih pagi, semangat narsis tetep jaya ya.

Bangkook aku dataang!!

Ketemu tulisan Sawasdee langsung narsis.haha

Sawasdee khaa Bangkok :)

Rencananya kami akan langsung menuju Hostel pertama kita yang berada di dekat Khaosan Road. Dan transportasi dari Bandara Don Mueang ke Khaosan yang kita pilih adalah Railway Train, alias kereta. Karena menurut "penerawangan" mbah Google itu adalah cara termurah ke Khaosan, memang sih gak langsung sampai Khaosan, turun di Stasiun Hua Lamphong trus nyambung taxi, tapi tak ada salahnya mencoba kereta Bangkok yaa.

Plang Don Mueang Railway Station

Dari pintu keluar kedatangan Bandara, ada plangnya koq, Railway Station atau Amari Airport Hotel. Ikuti arah yang ditunjukkan plangnya, ke arah jembatan. Nah untuk ke arah Hua Lamphong turun di turunan pertama, lalu akan terlihat loketnya. Tinggal bilang.

"Hua Lamphong 4 tickets"

Semuanya 80 bath, cekrit-cekrit print tiket, dan tiket pun diserahkan. Yeye murah kan. Sambil menunggu kereta datang kami pun cemal-cemil, foto-foto, beli air mineral di warung yang ada di stasiun, kali ini harga air mineralnya lebih murah, yaitu 1,5 L 20 bath. Akhirnya setelah menunggu stengah jam lebih ada kereta yang datang, karena bingung kami tunjukkan tiket ke petugas dan benar itu kereta kita. Jangan ngarep kereta keren ber-AC ya, klo di Jakarta ini sih masuk kelas Ekonomi, ada kipas angin, jendela bisa diturunkan, tapi bersih dan gak pake berdiri hehe. 

Tiket kereta, duduknya bebas koq

Stasiunnya sederhana tapi bersih, sayang selevel sama jalan, kan bahaya

Di dalam kereta, bersih, terawat, dan semua dapet kursi^^

Selain penduduk lokal, ada juga koq bule-bule yang naik kereta ini. Namanya kereta ya kami kira bakalan cepet dan bebas hambatan, ternyata kereta di Bangkok jalannya santaaaai banget, gojes-gojes goyang-goyang plus semilir angin dari jendela bikin ngantuk hahaha. Lucunya lagi kereta ini bisa kena lampu merah, jadi berhenti tunggu sampe giliran lampu hijau. Hahaha. Tapi sebenernya asyik koq, kita melihat sisi lain dari Bangkok, rumah-rumah penduduk di pinggiran rel yang ternyata gak jauh berbeda ama Jakarta, mirip banget kayak Jakarta bedanya Bangkok versi lebih bersihnya.

Tips : Katanya Railway Train ini beristirahat alias tidak beroperasi pukul 14.00-17.00 waktu setempat.

Setelah sekitar 4-5 stasiun dan juga sekitar 3 kali kena lampu merah *lol* akhirnya sampailah kita di stasiun terakhir yaitu Hua Lamphong, persis stasiun Kota deh. Lalu kita pun segera keluar mencari taxi meter, ada tuk-tuk juga sih, tapi lebih aman taxi sepertinya. Kita serahkan alamat Hostel pada driver, yang tulisan cacing-cacing itu loh, hehe dan langsung kita di bawa ke Hostel.

Stasiun Hua Lamphong, liat ada boneka Indonesia looh

Alhamdulillah sampai juga di Baan Bovorn Hostel dan langsung menyerahkan bukti online booking, tapi ternyata kita baru bisa check in mulai pukul 14.00, dan saat itu masih jam 11 pagi. Hiks. Akhirnya kita pun numpang mandi, ganti baju, titip barang bawaan (jangan lupa digembok), dan tanya-tanya cara ke Grand Palace. Dengan senang hati pemiliknya/pegawainya memberikan peta dan menunjukkan arahnya. Tapi kita tetep aja gak mudeng. Hahaha. Akhirnya jalan aja deh sambil tanya-tanya di jalan.

Ini dia Hostel Baan Bovorn

Sebelumnya mampir dulu ke 7/11 terdekat, yang belakangan baru tau kalo itu ujungnya Khaosan Road yang terkenal itu. Beli susu buat ganjel perut. Habis mau beli makanan tapi belum nemu yang ada label Halal. 


Beli susu buat ganjel perut, lucu deh rasa semangka

Lalu sambil bingung liat peta kita lanjutkan jalan, dan karena muka kita yang bingung memancing para penipu/scammer untuk menghampiri, ada sekitar 3 kali kita didatangi penipu gitu. Kita diajak ngobrol dalam bahasa Inggris, kemudian dengan sangat ramah menunjukkan jalan ke Grand Palace, tapi kemudian dibilang tutup lah Grand Palace karena jam makan siang, dan baru buka pukul 2 siang, kemudian kita disarankan ke suatu dermaga/pier, karena dermaga/pier yang lain mahal, nanti kalo naik kapal bisa lihat patung Budha berdiri yang sangat tinggi, bahkan dia memanggilkan tuktuk (kayaknya oknum juga deh) untuk ke dermaga/pier dan bantu nawar 15 bath.

Eh gila aja, murah banget masak si driver tuktuk langsung mau ajah, makin curiga lah kita dan akhirnya bilang sorry dan thank you, trus ngeloyor pergi deh hihihi. Berikutnya kita tanya polisi lalu lintas arah menuju Grand Palace, dan setelah jalan kaki cukup jauh akhirnya keliatan juga Grand Palacenya. Horreee!!

Sepanjang jalan nemu patung gajah yang cantik

Patung Gajah lainnya, udah keliatan tuh Grand Palace di belakangnya

Tembok yang mengitari Grand Palace terlihat

Siip narsis dulu, mana gigimu? haha


Grand Palace



Grand Palace adalah istana Raja-Raja Thailand jaman dulu, tapi sekarang sudah dijadikan objek wisata aja, Raja sekarang sudah gak tinggal disana. Setiap pengunjung yang masuk ke sana harus mengenakan pakaian yang sopan dan tertutup. Celana pendek, rok mini, baju tanpa lengan gak boleh masuk, jadi harus menyewa pakaian lagi.

Wuaaah dari jauh udah keliatan megah dan mewahnya Grand Palace. Begitu masuk, rame banget pengunjung dari bermacam-macam negara. Untuk tiket masuknya ternyata udah naik sekarang, jadi 500 bath T_T. Tapi gak pernah ke Bangkok namanya klo belom masuk ke Grand Palace, jadi wajib beli. Lagian worth it banget loh, karena tempatnya luas, bangunannya banyak, cantik, megah, dan mewah banget di dalam. Penuh ukiran berwarna emas. Jadi walaupun panas terik, tetep ya moment berharga 500 bath ini harus diabadikan, hahaha.

Kompleks Grand Palace dari kejauhan, cakeep

Ke arah pintu masuk areal kompleks

Cantik yaa, pohon aja dibentuk gitu
Penasaran gunting ama cetakannya segede apa, haha :p

Rame rame rame, turis dari beragam negara

Pintu masuk, tunjukkan tiket

Baru masuk dan disambut mural indah di tembok

Wuaah jeroannya Grand Palace

Megah dan mewah, dominasi warna emas

Jangan lupa foto keluarga dulu
Photo by : Arin

Cantik yaaa <3

Yaak narsis dulu, pasang kacamata and cheese^^

Wat cantik lainnya, rame banget yaak
Pak bule biasa aja dong mukanya,hihi

Burung garuda lambang Thailand

Burung garudanya dibuat serupa dan mengelilingi bangunan ini
Hayo coba dihitung *kurang kerjaan* haha

Cakeeep, matahari terik memang bikin foto makin cakep

Pintu keluar, dijaga 2 patung raksasa burung garuda

Ada penjaga yang diem aja gak gerak, iseng deh foto bareng hihi
Photo by : Arin

Gedung apa ini ya? Museum coin bukan ya?
Udah kesorean gak sempet mampir deh, ngejar mau ke Wat Pho

Serba tertata cantik dan bersih *catet bersih!*

Cantiknya <3

Sebelum keluar, foto keluarga dulu

Tips : Bawa payung atau topi lebar, sunglass dan air mineral, karena mataharinya terik banget dan akan mudah haus. Alas kaki juga mending pake yang datar dan nyaman.


Wat Pho


Sebenarnya Wat Pho ada di belakang Grand Palace, tapi sayang pintu keluar Grand Palace ada di depan, jadi mesti jalan kaki lumayan jauh ke belakang, ya secara Grand Palace aja luas banget. Kaki udah mulai pada pegel dan perut juga laper blom makan berat hari itu, akhirnya sampai juga di Wat Pho. Alhmdulillah masih keburu, belom tutup.

Wat Pho terkenal dengan Patung Budha Tidur (or Sleeping Budha) yang sangat besar dan berwarna emas, gak tau deh emas beneran or gak. Masuknya harus membeli tiket lagi seharga 100 bath, dan itu include air mineral dingin koq. Disini kita disapa oleh seorang teman baru traveler dari Indonesia juga, seorang mahasiswa yang ke Bangkok sendiri. Sudah 4 hari katanya di Bangkok, dan dia janjian bertemu dengan teman-teman backpacker lain dari penjuru dunia. Tapi hari ini karena sendiri makanya ngajak kita barengan. Alhamdulillah yaa ada yang bantuin fotoin ber-4. Hehe.

Untuk masuk alas kaki harus dilepas dan dimasukkan ke kantong yang ada di depan pintu kuil Budha. Waah beneran besar banget patungnya.

Bagian kepala, besar sekali yaa

Full bodynya beginilah kira-kira

Foto keluarga lagi^^
Photo by : Arin

Bagian telapak kaki yang juga super besar
Sepertinya berisi titik-titik acupuntur ya

Ada di bagian pinggir, bisa beli coin untuk dimasukkan ke dalamnya
For luck katanya


Wat Arun


Nah dari teman baru tersebut kita tau tentang Wat Arun (or Temple Of Down), so sehabis dari Wat Pho kita langsung ke sana. Tapi untuk ke Wat Arun kita harus ke dermaga terdekat, menyebrang Sungai Chao Phraya, asyik nyobain transportasi Bangkok lainnya. Sekali naik kapal hanya 3 bath koq, jadi PP 6 bath aja, murah banget kan. Hihi.

Tapi sebelumnya di pintu masuk dermaga/pier saya melihat penjual Pad Thai dengan label Halal. Asyik!! Gak pake mikir langsung pesen chicken Pad Thai 1 yang harganya 60 bath. Rasanya enak, dan masih normal untuk lidah saya. Isinya taoge, wortel, kwetiau, telur, tahu, dkk dengan ada rasa kacang, gurih tapi sedikit kemanisan menurut saya. Jadi sambil menyebang dengan kapal sambil makan Pad Thai, nyamm. Sungai Chao Praya berwarna coklat butek, dan airnya lumayan berombak, kapal sampe goyang-goyang >_<. 

Pad Thai, enak dan wajib coba yaa

Sungai Chao Phraya

Sebentar saja kita sudah sampai di seberang, sekitar 5 menitan aja. Wat Arun terlihat sangat tinggi dan cantik dari kejauhan, disini warna emas sudah gak mendominasi lagi yaa, tapi lebih berwarna-warni, seperti potongan aneka keramik. Untuk masuknya kita cukup membeli tiket seharga 50 bath saja.


Wat Arun, dan foto tersebut adalah Queen of Thailand


Pintu masuk

Untuk naik tangga ke Wat Arun perlu nyali loh, karena tinggi dan curam banget tangganya. Kaki saya sampe bergetar karena ngeri kepleset jatoh *amit-amit*.


Tangga yang curam, untung ada pegangannya
Photo by : Arin

Saya dan Arin mendaki sampai tangga tertinggi, itu fotonya sambil gemeteran kakinya >_<
Photo by : Utien

Foto keluarga dengan Wat Arun
Photo by : Arin

Sebelum balik, foto ramean dulu lah
Photo by : arin

Sambil nunggu kapal narsis dulu deh..hihi

Yaay kapal pun datang, iyap begitulah bentuk kapalnya
Photo by : Utien

Ini satu-satunya foto dengan temen baru kita, yang namanya gak diketahui, haha

Dermaga/pier, beda dermaga dari waktu kita berangkat
Setelah dari Wat Arun, sudah cukup sore sekitar jam 6. Tenang jam 6 di Bangkok masih sangat terang koq. Untung teman baru kita cukup tahu jalan, jadi balik ke Khaosan gak pake nyasar deh, tapi pake hujan deres. Iya hari pertama di Bangkok dan kita langsung merasakan hujan deras, plus angin kencang. Payung udah gak nolong deh, akhirnya kita lari-larian mencari tempat berteduh. Wuaaah, hari sudah mulai gelap, dingin dan baju basah.


Lihat mendung sudah datang, di lapangan ini banyak orang yang datang membawa anjingnya loh

Setelah hujan tidak deras, perjalanan dilanjutkan kembali, kaki sudah terasa sangat pegal jalan seharian, dan baju juga sudah basah. Akhirnya di ujung Khaosan Road kita dan teman baru berpisah deh, tanpa kita tau namanya, hahaha. Kita balik ke Hostel dan teman baru masih janjian ketemu dengan traveler lain di Khaosan Road.

Sampai di Hostel, kami pun check in dengan membayar deposit 200 bath. Dan kami dapat dorm di Lantai 4 pake tangga pula T_T, tapi asyiknya sekamar hanya berisi 4 bed, dan kalo buka jendela pemandangannya cantik. Hostel Baan Bovorn akan saya review terpisah nanti ya. Kami pun meluruskan kaki beristirahat, mandi, dan ganti baju tidur. Kemudian keluar lagi untuk cari makan malam. Iyaa dari pagi baru makan berat Pad Thai aja, jelas kelaperan.

Akhirnya kami menyusuri Khaosan Road, mencari warung makan Aisha yang katanya menjual nasi ayam Halal. Setelah menyusuri Khaosan Road sampai di ujung akhirnya kita gak nemu si Aisha ini T_T, kita pun memilih beli kebab seharga 60 bath aja, karena ada tulisan Halalnya, es jeruk (favorit banget) yang berwarna orange menyegarkan dan rasanya asam manis enak banget, dan murtabak yang ada halalnya. Di samping pedagang murtabak ada penjual sate-satean gitu, dan kata pedagang murtabak itu tidak halal *hiks*, tapi kita malah dikasi tau tempat makanan halal lain, yaitu warung kecil di pinggir gang dekat 7/11 (yang tadi pagi beli susu), warung tersebut tanpa plang nama and u know what?? Ternyata itulah Warung Aisha!! Ya ampun ternyata deket banget, dan wajar aja gak nemu karena memang gak ada plang nama or tulisan halalnya *gubrag*. Langsung aja kita kesana dan beli nasi ayam seharga 40 bath, yang ntah kenapa rasanya jadi enak banget. Faktor "L" kayaknya, Laper! lol lol.


Pedagang kebab halal di Khaosan Road

Beginilah Khaosan Road di malam hari, penuh bar, tempat massage, resto, just like Legian-Bali
Photo by : Arin

Menu dinner malam ini. Atas : Jus jeruk dan Nasi Ayam
Bawah : Murtabak (agak kemanisan) dan Kebab (kebanyakan kol)

Setelah puas menghabiskan makan malam dengan kalap, kami pun beristirahat. Dan sekian cerita Day 2nd yang panjang dan banyak foto ini hehe. Lanjut nanti ya ceritanya ke Day 3rd.

Total pengeluaran saya hari ini (per orang) :












LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...