3.12.2013

Traveling : 3 Hari di Bali ala Backpackers | Day 1st

Sudah lama gak nulis traveling series, dan kali ini saya ingin menulis edisi Bali - Indonesia. Mungkin yang tau saya bakalan heran, lha wong saya sudah 4 bulan pulang ke Bali koq hanya menulis 3 hari? Jadi ceritanya teman saya, Utin dari Jakarta dan Fisi dari Bandung berencana berlibur ke Bali selama 3 hari. Jadi sebagai tuan rumah saya ikutan anter jalan-jalan plus memberi rekomendasi tempat wisata yang bisa dikunjungin di Bali, terutama dengan budget minimalis.

Untuk penginapan mereka menginap di rumah saya, tapi bagi yang ingin berlibur di Bali dengan low budget dan tidak punya relasi di Bali kalian bisa mencari penginapan di daerah Jalan Popis - Kuta, harganya cukup terjangkau, tapi sayang agak crowded sebab daerah sana memang pusat pariwisata sehingga akan banyak Cafe, Pub, dkk yang buka 24 jam dengan musik hingar bingar. Hehe. Selain itu kalian juga bisa mencari kost-kostan full furniture yang disewakan harian, hostel, atau promo hotel di website ternama dan aman ya.

Untuk kendaraan bagi para backpackers bisa menggunakan alat transportasi umum seperti, bemo (sebutan untuk angkot di Bali), Bus Sarbagita (bus trans ala Bali), ojek, ataupun bus antar kabupaten (atau yang biasa kita sebut bus melati). Tapi alat transportasi umum di Bali tidak terlalu banyak, dan rutenya juga sangat terbatas, gak sampe blusuk-blusuk. Kalo saya pribadi akan lebih memilih untuk menyewa motor atau mobil, harga juga gak terlalu mahal koq apalagi kalo ramean patungan sama temen-temen, dan lebih puas jalan-jalan pastinya.

Day 1st ini saya menawarkan mereka untuk berkeliling seputaran Sanur, Denpasar, Kuta, dan Jimbaran. Karena menurut saya lokasi-lokasinya tidak terlalu jauh, jadi sehari bisa dapat semua tempat. So kita pun langsung ke destinasi pertama.



Pantai Sanur

Ke Bali kalo gak ke pantai agak aneh yaa. Makanya walaupun tujuan kita adalah jalan-jalan cantik gak pakai berenang tapi kita sempatkan sebentar untuk berkunjung ke Pantai Sindu di Sanur. Sebenarnya banyak pilihan pantai di daerah Sanur. Bagi yang ingin berenang saya sarankan untuk datang pukul 6-9 pagi atau 3-6 sore agar tidak ketemu sama panasnya Bali yang pernah sukses membuat bahu saya melepuh dulu.

Daerah pantai di Sanur ini merupakan bagian timur dari Denpasar, dan merupakan tempat yang cocok kalo mau menyaksikan Sunrise di Bali, jadi jangan heran kalo matahari cepat sekali munculnya ya. Airnya tenang, tidak berombak, dan jernih. Biasanya disini pengunjung berendam, bermain pasir, bermain canoe, berjemur, jet ski, parasailing, bersepeda dan masih banyak lagi kegiatan lainnya. Di pinggir pantai akan banyak dijumpai hotel, restaurant, toko seni, dan sebagainya.

Untuk masuk ke area pantai di Sanur sangat murah, hanya perlu membayar parkir bila kita membawa kendaraan saja. Kita ke sini dengan sepeda motor jadi hanya perlu 1000-2000 rupiah saja.

Tips : Pantai favorit saya di daerah Sanur untuk berendam dan canoeing adalah Pantai Semawang.


Airnya bening dan jernih

Restoran dan kedai di pinggiran pantai

Walaupun gak berenang yang penting celupin kaki, seger banget loh!

Ada bale bengong buat yang mw mancing or sekedar berteduh

Nemu telepon umum, tapi yang ini bisa buat international calling 0_0


Lapangan Niti Mandala Renon

Disini kita mau melihat dan foto-foto Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Tempat yang cukup terkenal dan menjadi icon daerah Denpasar, banyak sekali event-event yang berpusat disini, seperti acara tahun baru, Pekan Kesenian Bali, Opera Van Java goes to Bali juga diadakan di tempat ini.

Untuk masuk ke dalam monumennya kita perlu membeli tiket masuk sekitar 5000-10.000 rupiah. Sebenarnya saya juga kurang tahu di dalamnya ada apa, karena disini kita hanya foto-foto di bagian luarnya saja. Hehe

Kalo weekend area lapangan ini biasa dijadikan tempat olah-raga di pagi hari, dan tempat nongkrongnya anak muda di sore hari. Hari minggu area seputaran lapangan ini biasanya akan ditutup/Car Free Day lah istilahnya.

Tips : Bawa payung atau gunakan topi lebar bila ingin kesini siang hari karena panasnya luar biasa menyengat.


Thanks to langit Denpasar yang hari itu kelewat cerah, fotonya jadi cakep gini^^

Bagian depan dari Monumen Perjuangan Rakyat Bali

Kalo masuk ke dalem musti beli tiket dulu

Taman di bagian dalam yang tertata rapih dan bersih


Pantai Kuta

Pantai lagi!! Tapi kali ini Pantai Kuta yang terkenal itu, kita datang kesana siang-siang dan matahari terasa membakar ubun-ubun. Pantai Kuta bisa dikatakan berada di area barat dari Kabupaten Badung, jadi merupakan tempat yang tepat untuk melihat Sunset. Pantai Kuta juga terkenal berombak tinggi sehingga water sport yang bisa dilakukan disini adalah surfing. Di pinggir pantai akan banyak kita lihat penyewaan dan jasa melatih surfing singkat dengan harga yang bervariasi.

Masuk ke Pantai Kuta gratis koq, palingan kalo bawa kendaraan kena ongkos parkir aja. Karena Pantai Kuta berombak besar sehingga airnya akan terlihat cukup keruh karena bercampur pasir yang tergulung ombak, tapi kalo kita lihat dari jauh airnya akan terlihat biru muda berkilau, cantik sekali. Tapi di pantai ini tidak disarankan untuk berendam/berenang unyu ya, apalagi yang bawa anak kecil, sering banget tuh kejadian anak kecil terbawa ombak.


Langit biru, awan putih, air yang berwarna biru dan pasir putih. Lovely <3

Ombak di pantai kuta, hari itu gak terlalu besar ombaknya

Candid haha. Itu penampakan Utin dan Fisi


Ground Zero

Puas berkeliling dan menyusuri Pantai Kuta, kita lanjutkan perjalanan lagi yaitu ke Ground Zero. Yaitu monumen peringatan Bom Bali I, Ground Zero di bangun di tempat yang dulunya adalah tempat terparah yang terkena Bom di daerah Legian. Seluruh korban dari setiap negara yang terdeteksi namanya tertulis di Monumen ini. RIP.


Semua korban yang terdeteksi tertulis namanya pada monumen ini


Joger



Joger merupakan oleh-oleh khas dari Bali, lha wong Joger cuma dijual di Bali koq. Dan kedua teman saya pun tak ingin melewatkan kesempatan untuk mampir ke Joger, beli titipan teman-teman, ataupun membeli oleh-oleh bagi keluarga dan diri sendiri.

Tapi sebelum ke Joger isi perut dulu, dekat dengan Joger (tinggal jalan kaki) ada Nasi Pedas Ibu Andika yang sudah pernah saya review sebelumnya. Setelah kenyang dan puas ber-"huh hah huh hah"  kepedasan kemudian kita siap berburu di Joger. Setelah lama memilih akhirnya kedua teman saya membawa pulang beberapa kaos dan sendal Joger.^^

Oh iya sekarang Joger membuka cabang kedua di daerah Tabanan. Yaitu di jalan ke arah Kebun Raya Bedugul, sepertinya sie lebih besar dari yang di Kuta. Dan sekarang pengunjung dengan bis besar biasanya lebih memilih berbelanja di cabang baru tersebut, yang membuat Joger Kuta "sedikit" lebih lengang dari biasanya.


Pura Uluwatu

Keluar dari joger kira-kira sudah hampir pukul 4 sore, dan kedua teman saya mau melihat pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu yang akan mulai sekitar pukul 5 sore. Dengan terburu-buru kita pun melanjutkan perjalanan ke Uluwatu dengan masih mengendarai sepeda motor yang kita bawa dari pagi.

Terakhir saya ke Uluwatu kalo gak salah waktu masih SD, dan yang saya ingat saya duduk di mobil, ketiduran, dan bangun-bangun sudah sampai deh di Uluwatu. Tapi ternyata Uluwatu itu juauuuuuuh banget, ada di ujung selatan pulau Bali, naik turun bukit dan herannya masih gak nyampe-nyampe. Kepala saya yang sudah terasa pusing karena terbakar panas dari tadi pun makin berasa sakit. Jujur saya nyesel deh ajak temen-temen ke Uluwatu dengan sepeda motor *sok-sokan ala biker* T_T.

Dan ketika akhirnya nyampe "Alhamdulillah" banget, 1 jam naek motor dari Kuta ke Uluwatu tanpa macet berarti, dengan kondisi jalan yang naik turun. Tapi kepala saya makin limbung. Untung saja kedua teman saya masih keburu untuk menyaksikan pertunjukkan Tari Kecak. 

Uluwatu sebenarnya adalah kompleks Pura di ujung selatan Bali, dengan tebing-tebing tinggi yang kalo nyemplung bisa langsung ke laut dan wassalam.^^ Masih banyak monyet-monyet liar di area ini, yang kadang lucu, tapi sering juga menakutkan *suka rebut barang/makanan yang dibawa pengunjung*. Untuk masuk ke dalam Uluwatu dikenakan tiket seharga Rp 15.000 untuk tamu lokal sudah include dengan penyewaan kain, yap masuk ke Uluwatu bagi yang pakai celana pendek atau yang "mini-mini" harus ditutupi dengan kain, kalo sudah pakai yang "panjang-panjang" tinggal ikat kain di pinggang.


Berisi sedikit sejarah mengenai pura-pura disini

Bener-bener di pinggir tebing!
Yang phobia ketinggian jangan lihat ke bawah^_^;

Tangganya gak nahan yaa, liatnya aja saya makin sakit kepala

Sementara kedua teman saya menonton Tari Kecak yang harga tiketnya cukup mahal, yaitu Rp 70.000 untuk tamu lokal, saya memilih untuk foto-foto sebentar untuk blog kemudian keluar area Pura Uluwatu dan mencari obat sakit kepala plus beristirahat di warung-warung kecil sekitar area parkir. Usut-punya-usut agaknya anemia saya kumat pemirsa, lagi datang tamu bulanan, dan terpapar matahari terik, plus capek muter-muter bikin kepala meradang sakitnya. Akhirnya karena tidak kuat untuk pulang, saya pun telepon Bapak minta jemput. Duuh sungguh ngerepotin yaa

Akhirnya setelah kedua teman saya selesai menonton Tari Kecak, kita pun menunggu jemputan, kemudian pulang untuk beristirahat.

Sekian keliling-keliling Bali kita Day 1st. Nanti akan disambung dengan Day 2nd dan Day 3rd ya. Saran saya siapkan segala obat-obatan yang perlu dibawa kalo mw traveling, dan bawalah payung selalu, selain bisa dipakai kalo hujan, juga sangat berguna di saat panas lagi terik. Oh iya semua waktu yang saya cantumkan diatas dalam WITA yaa.

Untuk yang ingin melihat foto-foto pertunjukkan Tari Kecak nya bisa dibaca di blog teman saya Utin yaa

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...