5.06.2011

Nonton Indonesian Movie di Bioskop Yuuk

Tiba-tiba gw kepikiran pengen nonton Indonesian Movie di Bioskop. Kenapa?? Karena akhir-akhir ini film-film Hollywood yang keren-keren lagi jarang tayang di bioskop. Pengen nonton tapi bingung nonton apa. Mencari alternatif lain dengen film dari negeri sendiri.

Tapi jangan under estimate dulu, film Indonesia yang pengen gw tonton bukan film horor semi porno (HSP) yang lagi marak beredar di Indonesia, dengan judul-judul yang makin lama makin ngaco, dan herannya kenapa pemerannya bajunya harus minim, padahal sepertinya lokasi syuting gak panas-panas amat dan gak deket api unggun.^_^;
Film Indonesia yang pengen gw tonton adalah Film berkualitas yang pantas masuk festival. Contoh yang lagi tayang sekarang adalah Anak Kampoeng dan The Mirror Never Lies, sepertinya sie memenuhi kriteria film berkualitas. Sinopsis ceritanya The Mirror Never Lies :
Kekayaan kehidupan laut di Wakatobi dan kebijakan local suku Bajo direkam dan divisualisasikan lewat film drama tentang seorang gadis kecil bernama, Pakis (12) berusaha menemukan sang ayah yang hilang ketika berada di lautan. Pakis melakukan ritual suku Bajo di mana mereka percaya dengan menggunakan cermin, Pakis berharap dan terus menanti melihat bayangan ayahnya. Namun, apa yang diharapkannya tak kunjung terlihat.
Harapan Pakis tersebut sering dihancurkan oleh ibunya, Tayung yang mencoba menutupi kejadian yang sebenarnya. Penyangkalan yang dilakukan Tayung membuat ia memakai bedak putih di wajahnya, sebuah tradisi di suku Bajo. Meskipun coba untuk dihancurkan oleh ibunya, namun harapan Pakis tetap besar. Bersama sahabat karibnya, Lumo, Pakis terus mencari jawaban di Laut Wakatobi. Persoalan dan konflik Pakis dengan ibunya semakin pelik ketika Tudo, seorang peneliti lumba-lumba muncul kedalam hidup mereka. Ke empat karakter ini kemudian saling berinteraksi di kehidupan sehari-hari dan mereka juga punya penafsiran masing-masing terhadap laut. Namun, mereka sepakat bahwa lautlah yang membantu mereka menemukan jati diri mereka
Naah keren kan?? Sebenarnya sudah banyak film-film berkualitas, baik yang bertema religi, kerakyatan, sejarah, biografi tokoh, dan masih banyak lagi.  Seperti Laskar Pelangi atau Sang Pencerah. Tapi kenapa persentasenya  4 : 1 dengan film2 HSP? Maksud gw dalam periode yang sama di Bioskop hanya 1 film berkualitas dan 4 film HSP yang tayang. Ironis yah.

Begitulah, orang Indonesia selalu kesal dengan banyaknya film2 HSP di bioskop, berdemo-demo ramai-ramai mencekal. Tapi begitu ada film berkualitas muncul, mereka pun tidak seramai itu untuk menonton film tersebut, sehingga film Indonesia berkualitas terkesan tidak laku. Biaya produksi yang tinggi terkadang tidak sebanding dengan jumlah penontonnya, sehingga sangat jarang film berkualitas muncul. Belum lagi terkadang kita lebih memilih mendownload film tersebut atau membeli DVD bajakannya. ^_^;

Sedangkan film HSP terkadang berbiaya produksi sangat rendah, seperti menyewa sebuah villa untuk syuting sepanjang film, pembelian baju-baju yang bahannya cukup sedikit, serta artis-artis yang siap untuk sedikit buka2an. Tapi mampu menarik banyak penonton dan menghasilkan keuntungan cukup tinggi. Pernah gw melihat artikel tentang Indonesian Movie terlaris selama 2011 ini, dan itu jatuh kepada sebuah film horor yang 2 pemeran utama wanitanya heboh cakar2an hingga sampai kepolisi untuk menyelesaikan pertengkaran tersebut. Dan herannya filmnya jadi yang terlaris. Ckckckck.

Karenanya kita bantu perkembangan film2 berkualitas di Indonesia yuk, dengan menonton ke bioskop ataupun membeli dvd originalnya. Ajak orang tua, temen-temen, adik kakak, ramai-ramai nonton bareng. Agar sineas Indonesia semakin semangat membuat film berkualitas dan semakin berkembang. Klo bukan kita yang memajukan perfilman di negara sendiri, sapa lagi??

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...