2.22.2010

Dari "Banyak Bedanya" ke "Tidak Ada Bedanya"



Judul diatas mungkin bikin kalian bingung. Cerita ini aq baca dari sebuah buku motivasi yg secara gratis kubaca karena minjem ke temen ^_^; Judul buku itu adalah "Born To Win". Knapa tiba2 aq bahas masalah ini, mungkin aq berharap seandainya dunia bisa menerapkan hal ini tentu dunia bisa lebih damai.
Ini berawal dari sebuah hal yang menimpaku dengan 3 orang temanku yang tiba2 jadi pembicaraan sekampus karena qta comment di FB ttg salah seorang "temen" qta yang jadi artis. Yup aq masih merasa dy temen koq walaupun gak tw dy nganggep aq apa.hehe...

Menurut pandangan aq comment kita bwt dy tuh maksudnya bercanda dan promosi bwt temen2 yang laen supaya nonton actingnya juga rame2, aq pun gak pake kata2 yg menjelek2an dy atau menyudutkan dy. Tapi gak tau knapa tiba2 di minggu pagiku yang cerah ceria dy murka, marah2 dengan mengirim message ke FB ku dan 2 orang temenku yang laen dengan bahasa2 yg lebih baik gak diajarkan ke anak kecil. Untungnya kedua ortuku selalu mengajarkanku untuk menggunakan bahasa yg indah. Dan dy mengancam akan melaporkan ke polisi atas pencemaran nama baik. Aq kecewa, aq sedih dy menanggapi becandaan kita sebegitu rupa. Sungguh comment waktu itu aq mau nonton actingnya dy di TV. Is that wrong??or mungkin caraku yang salah...
Seperti ditampar dy menyadarkanku, tidak semua orang bisa menerima becandaan qta seperti yang qta maksud, mungkin ada yang tersinggung dan tidak suka dengan becandaan kita. Dan talking people behind her or him back it always making people hurt. Syukur Allah Swt mengingatkanku akan hal itu sekarang, bukan saat aku sudah disidang setelah mati. Aq minta maaf dengan tulus sebisaku untuk masalah talking behind her back, cos aq yakin aq gak memojokkan dy or aq mengata-ngatain dy.
Kembali ke judul, sebenarnya "Tidak ada bedanya" tuh hampir sama maksudnya dengan "Gitu aja koq repot"-nya Alm. Gusdur. Untuk lebih memahami maksud judul diatas akan aq ceritakan kisah yang aq kutip dari buku itu.

Coca Cola dan Pepsi terlibat dalam perang cola setelah peluncuran Diet Coke di Amerika Serikat. Pepsi datang dengan konsep "Young Generation" dan menandatangani kontrak pemecah rekor bernilai $5 juta dengan Alm. Michael Jackson. Tetapi karena "Banyak Bedanya", kontrak ini hampir saja menyeret Pepsi ke meja hijau sehingga menyebabkan stress di kalangan manajemen Pepsi dan para bottler-nya.
Kejadiannya adalah seperti ini. Dalam perjanjian itu disebutkan bahwa wajah Jackson akan muncul 5 1/2 kali. Ketika Jackson menyaksikan tayangan awal film iklan itu, iya menghentakkan kakinya dan menghendaki wajahnya tidak lebih dari 4 1/2 kali. Nah, manajemen Pepsi tau persis bahwa mreka mengantongi kontrak yang tidak dapat dibantah dan sedang menimbang-nimbang untuk membawa masalah ini ke ruang pengadilan untuk memberi pelajaran pada si "anak manja".
Untung saja, presiden Pepsi yang masih muda meminta pendapat manajer pemasaran seniornya. Responnya spontan "Apa bedanya 5 1/2 dan 4 1/2? Jika sampai ada orang yang tau kita bertarung hanya untuk hal sepele ini, maka mereka akan berpikir bahwa kita adalah sekumpulan orang idiot!"
"Banyak bedanya" bukan hanya menciptakan banyak ketegangan pada "korban"-nya, tetapi juga meningkatkan tekanan darah. Jadi lepaskanlah "Banyak bedanya" dan rangkullah "Tak ada bedanya". Lagi pula tidak ada orang yang dapat melukai anda tanpa izin dari anda.

Nah betapa meaningfull hal diatas sebagai pelajaran dalam hidup. Aq sedang belajar menerapkan dalam hidupku, ga mudah memang, tapi apa sie yang gak bisa klo niat kita udah kuat. Semakin banyak orang yang menerapkan hal ini, aku yakin hidup lebih indah, dan dunia makin damai. Gitu aja koq repot....
>>>>>Happy Reading<<<<<

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...